WAWBERITA, Palembang, Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdatul Ulama (PD-PKPNU) PWNU Sumatera Selatan Angkatan II resmi digelar di Diklat Keagamaan Palembang pada Jumat (29/5). Kegiatan yang diawali dengan pembacaan Al-Qur’an dan doa tersebut mendapatkan pembekalan langsung dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan pentingnya pendidikan dasar yang sudah diberikan oleh keluarga dan lingkungan alam sekitar. Menurutnya, perkembangan NU hingga saat ini menjadi bukti bahwa organisasi ini mampu berkembang meskipun di tengah arus globalisasi yang menghapus batasan-batasan melalui internet.
“Pendidikan dasar yang pada intinya kita sudah dididik oleh keluarga dan alam… Hari ini NU sudah berkembang. Sadarkah kita harus jadi aktor, jangan hanya hanyut dengan segalanya yang disebut universal hanya karena dinding sekat-sekat itu dipisahkan oleh internet,” ucapnya.
Gubernur juga menekankan bahwa dalam sektor kehidupan umum dan pendidikan dibutuhkan moderasi yang tepat dengan prinsip “Zero Konflik” agar tidak terjadi benturan pandangan maupun tindakan yang tidak diinginkan.
“Kalau saya lihat sendiri, materi zaman Orde Baru mungkin tidak dikenal oleh generasi muda sekarang. Tapi kita harus memastikan bahwa nilai-nilai yang baik tetap lestari dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” tambahnya.
Ketua Lakpesdam NU Sumsel Harnoe Roesprijadi, S.IP., MH., M.Si., menyampaikan bahwa pendidikan kader sangat penting sebelum melakukan aktivitas atau amal. Menurutnya, berdasarkan pendapat para ulama, ilmu adalah pemimpin amal yang artinya seorang muslim wajib mengetahui ilmu dan hukum sebelum melakukan perbuatan atau ibadah.
“Nahdlatul Ulama sebelum bergerak memang harus bergerak dengan tempat dan bergerak dengan baik,” tegasnya.
Harnoe juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan ini, terutama kepada pihak terkait yang mengurus administrasi dan perlengkapan, serta kepala Diklat Keagamaan yang telah menyediakan tempat yang nyaman.
“Kami berharap semua peserta PD-PKPNU dapat menyerap ilmu yang disampaikan. Semoga ilmu yang didapatkan dapat gembleng dengan baik agar dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua PWNU Sumsel KH. Hendra Zainudin Al Qodiri menyampaikan pesan agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan seksama. Menurutnya, pembekalan yang diberikan harus benar-benar diserap agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi diri sendiri dan masyarakat.
“Kita harapkan para kader angkatan kedua ini dapat membawa nilai-nilai NU yang luhur ke tengah masyarakat dan menjadi ujung tombak dalam pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Wasekjen PBNU KH. Amir Maruf mengungkapkan bahwa tugas utama NU adalah melayani masyarakat, dan kaderisasi menjadi bagian penting dalam mewujudkannya. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa kaderisasi di NU pernah terhenti selama beberapa dekade.
“Kaderisasi di NU terakhir dilakukan tahun 1969 sampai tahun 2012, kemudian tidak ada lagi program kaderisasi yang terstruktur baik di NU maupun Muslimat. Padahal banyak pengurus NU maupun Muslimat yang menjabat hanya karena faktor umur saja, bukan karena melalui proses pendidikan dan kaderisasi yang tepat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program kaderisasi seperti PD-PKPNU sangat penting untuk memastikan bahwa generasi muda NU memiliki pemahaman yang kuat tentang ajaran dan nilai-nilai organisasi, sehingga dapat melanjutkan perjuangan NU dalam memajukan umat dan bangsa.


