WAWBERITA, PALEMBANG, –Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Cik Ujang yang mulai membidik kursi Sumsel 1 sedini mungkin dinilai pengamat politik Bagindo Togar sangat pantas dan hal tersebut dinilai sebagai peningkatan karir politik.
“Kalau Cik Ujang calon gubernur sangat pantas karena, Gubernur pasangannya sekarang tidak mungkin 3 periode. Begitu peraturan perundang-undangan, kemudian kedua Cik Ujang merupakan wakil gubernur dan juga sebagai ketua DPD Demokrat Sumsel jadi merupakan peningkatan karir politik dia sebagai ketua partai dan wakil gubernur,” kata Bagindo Togar Kamis (11/09/2025).
“Namun yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah ke depan masih dilakukan pemilihan langsung atau pemilihan diwakilkan oleh anggota DPRD (legislatif) Artinya apabila pemilihan langsung Cik Ujang sudah punya pengalaman dalam melakukan manuver-manuver dilapangan, namun apabila pemilihan dilakukan perwakilan DPRD (Legislatif) maka dia harus bekerja keras. Namun bukan kerja Cik Ujang semata tapi kerja keras semua caleg Demokrat yanng bertarung memperebutkan Kursi yang ada di DPRD provinsi dari 75 kursi harus mampu beroposisi yang baik, sehingga harus memiliki kemampuan pola & strategi komunikasi politik yang efektif,” tukas Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sumsel.
Bagindo juga menyebutkan tugas Cik Ujang tidak mudah karena musuhnya kedepan adalah para anak muda yang energik lebih kompetitif bertarung dengan para politisi muda yang energik, brilian, cerdas& kaya ide dalam menghadapi kontestasi politik.
“Jika Cik ujang memulai sedini mungkin itu sangat baik, artinya Cik ujang sudah harus melakukan kerja politik dengan melakukan investasi politik harus dimulai dari awal dan advokasi sosial. Tak ada lag diera kini yang serba instant ujug-ujug hanya setahunan kerja keras. Apalagi bila gerakan politik satu tahun kurang itu dipastikan dia semata-mata mengandalkan faktor politik uang artinya minus edukasi dan cenderung berperilaku secara Kenapa primitif ato ultra transaksional, artinya praktek barter antara uang dengan suara,” ungkap Bang Gindo.
“Berbicara hal itu sejak dini apakah akan ada kekhawatiran ada serangan-serangan politik iya, tidak ada jabatan politik diperoleh secara cuma-cuma bak Kado. Akan menjadi menarik bila diwarnai dengan varianIntrik,polemik & konflik bisa dengan tetap mengikuti koridor dan aturan yang berlaku,” pungkasnya.
Pemilihan politik itu harus ramai, harus berisik& menarik, mampu berkompetisi versus para politisi milineal. Nggak ada politik tanpa frikdo,prosesnya harus mampu dijalani& dinikmati dengan frasa politik.


