Cyclothymic Disorder, Ketika Naik Turun Emosi yang Tersamar

Cyclothymic Disorder

WAWBERITA – Cyclothymic Disorder atau Siklotimik adalah gangguan suasana hati yang kronis. Namun demikian, gangguan ini tidak seekstrem gangguan bipolar.

Dengan kata lain, gangguan Cyclothymic Disorder adalah versi ringan dari bipolar. Kondisi ini bisa memengaruhi kehidupan. Tetapi, banyak orang tidak menyadarinya. Mereka menganggapnya sebagai bagian dari kepribadian.

Mengenal Gangguan Cyclothymic Disorder

Secara medis, gangguan Cyclothymic Disorder adalah gangguan suasana hati kronis. Seseorang akan mengalami dua fase yang berbeda. Fase pertama adalah hipomania. Ini adalah suasana hati yang meningkat. Fase kedua adalah depresi ringan. Ini adalah suasana hati yang menurun. Namun demikian, gejala-gejala ini tidak cukup parah. Gejala ini tidak bisa diklasifikasikan sebagai episode manik atau depresi mayor.

Untuk didiagnosis, gejala ini harus ada terus-menerus. Gejala ini harus berlangsung setidaknya dua tahun. Jika ada jeda tanpa gejala, jedanya tidak boleh lebih dari dua bulan. Dengan demikian, kondisi ini adalah masalah jangka panjang.

Mengenali gejala gangguan Cyclothymic Disorder sangat penting. Gejala ini muncul dalam dua fase. Masing-masing fase memiliki ciri khasnya.

Fase Hipomania (Peningkatan Suasana Hati)

Pada fase ini, suasana hati meningkat. Anda mungkin merasa euforia atau sangat bersemangat. Pikiran Anda juga terasa melaju cepat. Anda jadi lebih banyak bicara. Ide-ide baru bermunculan terus. Selain itu, Anda merasa sangat energik. Anda juga kurang butuh tidur. Terkadang, Anda juga melakukan hal-hal impulsif. Contohnya adalah belanja berlebihan atau mengambil risiko.

Fase Depresi Ringan (Penurunan Suasana Hati)

Pada fase ini, suasana hati menurun. Anda mungkin merasa sedih yang menetap. Anda juga kehilangan minat. Hal-hal yang dulu disukai jadi terasa hambar. Konsentrasi Anda menurun. Tidur juga bisa terganggu. Anda bisa merasa kurang berharga. Dengan demikian, ini bisa berdampak pada rasa percaya diri.

Penyebab dan Perbedaan dengan Gangguan Bipolar

Penyebab pasti Cyclothymic Disorder belum diketahui. Namun demikian, ada beberapa faktor yang berperan. Faktor genetik adalah salah satunya. Jika ada anggota keluarga dengan gangguan bipolar, risikonya meningkat. Selain itu, ada juga faktor biologis. Ketidakseimbangan zat kimia di otak bisa menjadi pemicu. Faktor lingkungan juga berperan. Trauma atau stres yang berat bisa jadi penyebabnya.

Perbedaan utama antara gangguan siklotimik dan gangguan bipolar adalah intensitasnya. Gangguan bipolar memiliki episode manik yang ekstrem. Episode depresi juga sangat parah. Sebaliknya, gangguan siklotimik lebih ringan. Gejalanya tidak sampai mengganggu fungsi sosial atau pekerjaan secara signifikan.

Meskipun begitu, gangguan Cyclothymic Disorder bukanlah hal sepele. Jika tidak ditangani, risiko berkembang menjadi gangguan bipolar sangat besar. Oleh karena itu, diagnosis dini sangat penting.

Diagnosa gangguan Cyclothymic Disorder dilakukan oleh profesional. Dokter akan melihat pola gejala Anda selama dua tahun. Mereka juga akan membedakannya dari kondisi lain. Setelah itu, akan ditentukan langkah penanganan.

Penanganan utama adalah dengan terapi. Terapi kognitif perilaku (CBT) adalah yang paling sering digunakan. Terapi ini membantu mengelola emosi. Selain itu, obat-obatan juga bisa diberikan. Obat penstabil suasana hati dapat membantu. Dengan demikian, gejala Anda bisa dikendalikan.

Cyclothymic Disorder adalah kondisi yang perlu perhatian. Ini adalah gangguan suasana hati kronis. Gejalanya naik turun antara hipomania dan depresi ringan. Meskipun lebih ringan dari bipolar, risikonya tetap ada. Dengan memahami kondisinya, Anda bisa mencari bantuan. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli.