WAWBERITA – Kondisi memprihatinkan di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, menuai sorotan publik usai viral di media sosial. Meski sekolah tersebut menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp1,389 miliar per tahun, kenyataannya fasilitas sekolah justru sangat jauh dari kata layak.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @rizky_prasetyoo, seorang yang diduga siswa membongkar kondisi fisik sekolah yang rusak parah. Ia menunjukkan WC yang sangat kotor, tidak adanya ruang pertemuan, laboratorium yang diubah menjadi ruang kelas, hingga siswa yang harus membeli spidol sendiri karena minimnya perlengkapan belajar.
“Jika sekolah memiliki dana BOS sebesar itu, seharusnya penggunaannya mengikuti petunjuk teknis (juknis) BOS reguler dari Kemendikbudristek,” ujar pemilik akun tersebut dalam narasinya.
Dana BOS yang diterima sekolah seharusnya digunakan untuk berbagai keperluan seperti operasional rutin, peningkatan mutu pembelajaran, serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Dengan jumlah Rp1,389 miliar per tahun, seharusnya SMA Negeri 1 Tanjung Raja dapat membenahi berbagai kekurangan mendasar.
Sumber yang sama juga mengunggah bukti bahwa sekolah tersebut menempati peringkat keempat sebagai penerima dana BOS terbesar di antara sekolah-sekolah lain di wilayah Ogan Ilir. Namun ironisnya, hingga kini sekolah tersebut bahkan tidak memiliki tempat sampah yang layak, mencerminkan dugaan buruknya pengelolaan anggaran.
“Setiap pengeluaran seharusnya dilaporkan secara transparan dan dokumentatif. Apalagi dana sebesar itu harus bisa diprioritaskan untuk kebutuhan yang paling mendesak,” tambahnya.
Kasus ini memicu banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana BOS di lingkungan sekolah. Publik menuntut pengawasan lebih ketat serta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dana pendidikan agar tidak ada lagi sekolah yang terabaikan meski menerima anggaran besar. (*)


